Ikuti Workshop SPMI & AMI, Universitas Darunnajah Siap Wujudkan Tradisi Mutu Terintegrasi Dalam Penjaminan Mutu Internal

Selasa, 04 November 2025 · Admin

Ikuti Workshop SPMI & AMI, Universitas Darunnajah Siap Wujudkan Tradisi Mutu Terintegrasi Dalam Penjaminan Mutu Internal
Ikuti Workshop SPMI & AMI, Universitas Darunnajah Siap Wujudkan Tradisi Mutu Terintegrasi Dalam Penjaminan Mutu Internal
JAKARTA – Universitas Darunnajah (UDN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu dengan mengikuti Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) Batch III di UNIDA Gontor Ponorogo. Kegiatan yang berlangsung pada 3-5 November 2025 dan diikuti oleh 35 peserta, termasuk 24 perwakilan dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia. Antusiasme dari kampus eksternal, termasuk kehadiran Wakil Rektor I dan Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dari Universitas Darunnajah, Fajar Suryono, M.A. dan Anas Fauzi, M.Pd. diapresiasi oleh panitia. Ketua Pelaksana, Dr. Muhammad Alfan Rumasukun, S.H.I., M.E., CIIQA., menilai hal ini menunjukkan pergeseran positif budaya kampus menuju peningkatan mutu. Model Mutu Terintegrasi Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., menjelaskan bahwa penjaminan mutu di UNIDA didasarkan pada perjalanan panjang Perguruan Tinggi berbasis pesantren. Model AMI yang diterapkan mengintegrasikan dua pendekatan fundamental:
  1. Top Down: Dorongan dan nafas mutu dari level pimpinan.
  2. Bottom Up: Aspirasi perbaikan dan spirit perubahan dari level pelaksana di bawah.
"Keduanya diintegrasikan sehingga mewujudkan sistem yang kuat, strategi, dan budaya mutu itu sendiri," ujar Rektor. Inovasi Sistem dan Rantai Kepemimpinan Wakil Rektor I, Assoc. Prof. Dr. Abdul Hafidz Bin Zaid, Lc., M.A., menyoroti strategi mutu UNIDA yang melibatkan integrasi kultur dan struktur melalui komunikasi yang efektif dan Rantai Kepemimpinan yang konsisten. "Para Warek menterjemahkan nafas mutu berbasis visi misi dan arahan Rektor sesuai tupoksinya. Hal ini kemudian diteruskan oleh Dekan sampai pada tingkat Prodi," jelasnya. UNIDA juga melakukan inovasi kelembagaan dengan mendirikan LP2IP (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran), yang bertindak sebagai arsitek kurikulum dan praksis pendidikan. Penguatan sistem juga menyentuh Biro Administrasi Akademik (BAA) sebagai penjaga disiplin akademik dan keakuratan pelaporan PD-Dikti. Digitalisasi Kinerja Dosen Di bidang pengelolaan sumber daya manusia, Wakil Rektor II, Assoc. Prof. Dr. Setiawan Bin Lahuri, Lc., M.A., mengungkapkan pengembangan e-khidmah, sebuah SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) internal. Aplikasi ini bertujuan mengawasi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mendorong budaya mutu, terutama bagi dosen yang belum memiliki NIDN. "e-khidmah memudahkan pelaporan akademik yang terintegrasi dengan Sinta, SISTER, dan Google Scholar. Hal ini dikawal bersama SIMPEG," kata Setiawan. UNIDA juga memiliki program akselerasi jabatan fungsional dosen untuk meningkatkan kualitas SDM. Sementara itu, Wakil Rektor III, Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, S.H.I., M.Ec., mendorong Gerakan Sadar Kerjasama yang difokuskan pada implementasi Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) di tingkat program studi, dengan memprioritaskan penyederhanaan format kerjasama. Kerangka Finansial Berkelanjutan Dari aspek dukungan finansial, Wakil Rektor IV, Royyan Ramdhani Djayusman, S.H.I., M.A., Ph.D., memaparkan strategi Sustainable Financial Framework yang didasarkan pada tiga pilar:
  1. Giving: Spirit pelayanan tulus dalam berkhidmah.
  2. Protecting: Strategi Kemandirian Ekonomi melalui Sentralisasi Keuangan, Ekonomi Proteksi (pemenuhan kebutuhan internal melalui koperasi), dan pengembangan UNIDA Edu-Center sebagai unit usaha.
  3. Optimizing: Pengembangan SDM dan pemanfaatan fasilitas secara maksimal.
Dalam sesi materi, Prof. Dr. Muhammad Muslih, MA., menekankan urgensi SPMI. Ia menyebut SPMI sebagai diagnosis kelembagaan yang mendorong budaya kerja berbasis data, serta berfungsi sebagai motor kemajuan institusi dan pondasi utama bagi akreditasi. Penulis: Anas Fauzi

Bagikan:

Tautan disalin!

← Kembali ke Berita