Diseminasi Hasil Penelitian Dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Darunnajah
Rabu, 04 Maret 2026 · Admin
Jakarta — Sabtu, 28 Februari 2026 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian yang menghadirkan para peneliti dari lingkungan Fakultas Agama Islam. Kegiatan ini dipandu oleh Dwi Puji Lestari selaku Gugus LP2M Fakultas Agama Islam, sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat budaya akademik, publikasi ilmiah, serta hilirisasi hasil riset berbasis pesantren.
Diseminasi ini menghadirkan empat penyaji dengan tema-tema aktual yang relevan dengan tantangan pendidikan Islam di era digital, deep learning, kesehatan mental santri, penguatan Islam wassatiyah, serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi dalam bidang bahasa Arab. Penelitian yang didiseminasikan merupakan penelitian-penelitian yang mendapatkan pembiayaan dari Litapdimas, Kemenag dan BIMA Kemendikbudristek sepanjang tahun 2025.
Penyaji pertama, Duna Izfanna, memaparkan hasil penelitian berjudul “Implementasi Mental Health Awareness Program dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Santri di Pondok Pesantren: Pendekatan Terintegrasi Nilai-nilai Islam.”
Penelitian menujukan bahwa Mental Health Awareness Program dapat meningkatkan Kesehatan mental santri dan Kesehatan mental santri dipengaruhi oleh nilai-nilai religious yang diterapkan di pesantren.
Penyaji kedua, Muhammad Ibnu Muzakir, mengangkat tema “Integration of Deep Learning as an Educational Innovation Strategy for Islamic Boarding Schools (Pesantren) in the Digital Era.”
Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep deep learning tidak hanya dipahami sebagai teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis yang mendorong pembelajaran bermakna (meaningful learning), Pembelajar berkesadaran (Mindful Learning), dan Pembelajaran yang menyenangkan (Joyfull learning). Deep learning dapat diintegrasikan ke pembelajaran di pesantren karena selaras dengan prinsip pembelajaran di pesantren: Ushul a-Tarbiyah wa al-Ta’lim.
Penyaji ketiga, Rokimin, mempresentasikan penelitian berjudul “Dakwah Era Digital untuk Mendukung Pandangan Moderat: Studi Pendakwah Milenial dan Gen Z di Media Sosial.”
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dakwah yang dilakukan oleh pendakwah generasi milenial dan Gen Z di berbagai platform media sosial. Fokus kajian terletak pada narasi keislaman yang inklusif, toleran, dan kontekstual dalam membangun pandangan moderat di kalangan generasi muda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang adaptif, konten visual kreatif, serta pendekatan dialogis menjadi faktor utama dalam efektivitas dakwah digital. Studi ini juga menegaskan pentingnya literasi digital dan etika bermedia sebagai instrumen strategis dalam mencegah radikalisme berbasis narasi daring.
Penyaji keempat, Ahmad Faroukh, memaparkan penelitian berjudul “Durusullughah 4.0: Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab dengan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Wordwall di Pesantren Modern Jakarta.”
Penelitian ini mengembangkan model pembelajaran Bahasa Arab berbasis Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan platform digital Wordwall. Model ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Hasil uji implementasi menunjukkan peningkatan motivasi belajar santri serta efektivitas pembelajaran yang lebih interaktif dibandingkan metode konvensional. Konsep “Durusullughah 4.0” menjadi representasi transformasi pedagogi pesantren menuju pembelajaran berbasis teknologi tanpa menghilangkan kedalaman substansi keilmuan.
Kegiatan diseminasi ini menjadi forum akademik strategis untuk memperkuat sinergi antara penelitian, pengembangan kurikulum, serta praktik pendidikan di pesantren. Melalui forum ini, LP2M Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi berbasis riset yang kontekstual, aplikatif, dan responsif terhadap dinamika sosial-keagamaan di era digital.
Diharapkan hasil penelitian yang dipaparkan tidak hanya berhenti pada tataran publikasi ilmiah, tetapi juga diimplementasikan secara berkelanjutan dalam penguatan mutu pendidikan Islam di Indonesia. (dpl)
Penyaji kedua, Muhammad Ibnu Muzakir, mengangkat tema “Integration of Deep Learning as an Educational Innovation Strategy for Islamic Boarding Schools (Pesantren) in the Digital Era.”
Penelitian ini mengkaji bagaimana konsep deep learning tidak hanya dipahami sebagai teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis yang mendorong pembelajaran bermakna (meaningful learning), Pembelajar berkesadaran (Mindful Learning), dan Pembelajaran yang menyenangkan (Joyfull learning). Deep learning dapat diintegrasikan ke pembelajaran di pesantren karena selaras dengan prinsip pembelajaran di pesantren: Ushul a-Tarbiyah wa al-Ta’lim.
Penyaji ketiga, Rokimin, mempresentasikan penelitian berjudul “Dakwah Era Digital untuk Mendukung Pandangan Moderat: Studi Pendakwah Milenial dan Gen Z di Media Sosial.”
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dakwah yang dilakukan oleh pendakwah generasi milenial dan Gen Z di berbagai platform media sosial. Fokus kajian terletak pada narasi keislaman yang inklusif, toleran, dan kontekstual dalam membangun pandangan moderat di kalangan generasi muda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang adaptif, konten visual kreatif, serta pendekatan dialogis menjadi faktor utama dalam efektivitas dakwah digital. Studi ini juga menegaskan pentingnya literasi digital dan etika bermedia sebagai instrumen strategis dalam mencegah radikalisme berbasis narasi daring.
Penyaji keempat, Ahmad Faroukh, memaparkan penelitian berjudul “Durusullughah 4.0: Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab dengan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Wordwall di Pesantren Modern Jakarta.”
Penelitian ini mengembangkan model pembelajaran Bahasa Arab berbasis Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan platform digital Wordwall. Model ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Hasil uji implementasi menunjukkan peningkatan motivasi belajar santri serta efektivitas pembelajaran yang lebih interaktif dibandingkan metode konvensional. Konsep “Durusullughah 4.0” menjadi representasi transformasi pedagogi pesantren menuju pembelajaran berbasis teknologi tanpa menghilangkan kedalaman substansi keilmuan.
Kegiatan diseminasi ini menjadi forum akademik strategis untuk memperkuat sinergi antara penelitian, pengembangan kurikulum, serta praktik pendidikan di pesantren. Melalui forum ini, LP2M Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi berbasis riset yang kontekstual, aplikatif, dan responsif terhadap dinamika sosial-keagamaan di era digital.
Diharapkan hasil penelitian yang dipaparkan tidak hanya berhenti pada tataran publikasi ilmiah, tetapi juga diimplementasikan secara berkelanjutan dalam penguatan mutu pendidikan Islam di Indonesia. (dpl)