Menggali Keutamaan Rabiul Awwal
Kamis, 11 September 2025 · Admin
Setiap bulan dalam kalender hijriah punya makna sendiri. Namun, Rabiul Awwal terasa istimewa karena pada bulan inilah Rasulullah ﷺ lahir ke dunia. Peristiwa itu bukan sekadar sejarah, tapi juga titik awal hadirnya rahmat Allah bagi seluruh umat manusia. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107).
Bagi remaja muslim, memahami Rabiul Awwal bukan hanya mengenang hari lahir Nabi, tetapi juga momen untuk meneladani akhlak beliau. Rasulullah ﷺ adalah figur yang sederhana, penuh kasih, dan selalu mengutamakan kebaikan. Imam Al-Busiri dalam syair al-Burdah menulis, “Akhlak Nabi adalah cahaya yang menerangi dunia,” menandakan betapa luhur teladan beliau.
Selain memperingati Maulid Nabi, ulama juga menganjurkan amalan baik di bulan ini. Imam As-Suyuthi menyebut bahwa bergembira atas lahirnya Nabi adalah bentuk rasa syukur. Wujudnya bisa dengan memperbanyak shalawat, berbagi makanan, atau berbuat baik kepada sesama. Semua itu sederhana, tapi bernilai ibadah.
Bagi remaja, amalan ini bisa dikemas dengan cara kekinian. Misalnya, membuat konten positif di media sosial tentang kisah akhlak Nabi, ikut kegiatan maulid di masjid atau sekolah, atau sekadar mengingatkan teman untuk membaca shalawat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Artinya, setiap shalawat yang kita ucapkan mendatangkan keberkahan.
Rabiul Awwal bukan hanya soal perayaan, tapi momentum memperkuat cinta kepada Rasulullah ﷺ. Dari sejarah kelahiran hingga amalan sederhana, semua mengajarkan kita bahwa mencintai Nabi berarti berusaha meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Rain Surya Leksana
✨Rooted in tradition, leading in education✨
Link Pendaftaran: pendaftaran.darunnajah.ac.id
Follow Us:
Instagram: @univ.darunnajah
Facebook: Universitas Darunnajah Jakarta
Tiktok: univ_darunnajah