Dewan Penyantun UDN Dorong Kampus Jadi Lembaga Pendidikan dengan Dampak Nyata
Kamis, 25 September 2025 · Admin
Jakarta - jajaran Rektorat Universitas Darunnajah melakukan silaturahmi ke kediaman Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom., pada Kamis, 25 September 2025. Beliau merupakan Dewan Penyantun Universitas Darunnajah yang aktif memberikan arahan strategis bagi pengembangan kampus.
Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Dr. Samiyono, M.Pd., Wakil Rektor I Fajar Suryono, S.Ko., M.A., Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag., Wakil Rektor III.,serta Sekretaris UDN Bayu Arif Mahendra, M.A. Kehadiran jajaran pimpinan UDN menjadi bentuk nyata komitmen dalam memperkuat arah kebijakan universitas.
Dalam diskusi, Ir. Heppy menekankan pentingnya membangun kompetensi unggul yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kompetensi ini mencakup aspek akademik, pembentukan karakter, dan penguatan spiritualitas mahasiswa.
Selain itu, universitas dituntut menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, alumni, dan stakeholder. Dampak tersebut diukur dari kontribusi lulusan, pengaruh kelembagaan, serta reputasi di dunia kerja.
Beliau juga menyoroti strategi penentuan tuition fee yang harus memiliki value jelas. Harga yang ditetapkan perlu sejalan dengan persepsi kualitas, sehingga menumbuhkan kebanggaan menjadi bagian dari UDN.
Kebanggaan ini harus dikelola melalui citra dan identitas kampus yang kuat. Dengan begitu, mahasiswa merasa terhormat sekaligus bernilai ketika memilih UDN sebagai tempat belajar.
Heppy Trenggono menambahkan, UDN perlu menumbuhkan kultur tanggung jawab dan keteladanan. Nilai inilah yang harus menjadi tagline dan fondasi ekosistem akademik di lingkungan kampus.
Lebih jauh, beliau menekankan pentingnya internasionalisasi dengan memulai dari konsep dan narasi. UDN juga perlu memperkuat kolaborasi, bukan kompetisi, serta memahami karakter klien melalui riset pasar yang mendalam.
Dengan berangkat dari konsep dasar yang kokoh, Universitas Darunnajah dapat meneguhkan posisinya sebagai kampus berkelas internasional. Kolaborasi, value proposition, serta dampak sosial akan menjadi pembeda utama UDN di masa depan.
Selain itu, universitas dituntut menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, alumni, dan stakeholder. Dampak tersebut diukur dari kontribusi lulusan, pengaruh kelembagaan, serta reputasi di dunia kerja.
Beliau juga menyoroti strategi penentuan tuition fee yang harus memiliki value jelas. Harga yang ditetapkan perlu sejalan dengan persepsi kualitas, sehingga menumbuhkan kebanggaan menjadi bagian dari UDN.
Kebanggaan ini harus dikelola melalui citra dan identitas kampus yang kuat. Dengan begitu, mahasiswa merasa terhormat sekaligus bernilai ketika memilih UDN sebagai tempat belajar.
Heppy Trenggono menambahkan, UDN perlu menumbuhkan kultur tanggung jawab dan keteladanan. Nilai inilah yang harus menjadi tagline dan fondasi ekosistem akademik di lingkungan kampus.
Lebih jauh, beliau menekankan pentingnya internasionalisasi dengan memulai dari konsep dan narasi. UDN juga perlu memperkuat kolaborasi, bukan kompetisi, serta memahami karakter klien melalui riset pasar yang mendalam.
Dengan berangkat dari konsep dasar yang kokoh, Universitas Darunnajah dapat meneguhkan posisinya sebagai kampus berkelas internasional. Kolaborasi, value proposition, serta dampak sosial akan menjadi pembeda utama UDN di masa depan.